Review-The-Room-Two

Review The Room Two

Review The Room Two Permainan The Room Two hadir sebagai sequel untuk game puzzle favorit saya pada tahun 2012 lalu yaitu The Room. Secara pribadipun sendiri belum pernah menemukan game puzzle yang didesain dengan bentuk 3D yang detail dan realistis seperti ini. The Room original sudah dapat memukau semua penggemar game puzzle, bagaimana dengan sequel kali ini? Mari menjelajah bersama saya.

Gameplay

Tidak ada lanjutan cerita dalam game ini. Maka dari itu jika kamu belum pernah memainkan versi pertama, kamu bisa langsung memainkan The Room Two tanpa kebingungan akan jalan cerita dalam game ini. Kamu masih akan menjalani peran untuk memecahkan puzzle yang disediakan oleh seorang ilmuwan misterius bernama “AS” dalam sebuah ruangan. daftar joker123

Di dalam setiap chapter, kamu akan menemukan sebuah surat dari AS yang menjadi cerita dalam game ini. Tetapi sayangnya surat tersebut tidak berimbas apa-apa terhadap puzzle yang harus kamu selesaikan.

Berbagai macam benda (kebanyakan berupa box) yang mempunyai berbagai mekanis dan teka-teki di dalamnya akan menjadi “teman” kamu selama bermain. Karakter Eyepiece yang dipakai pada The Room pertama juga dipakai di sini untuk melihat hal yang tidak terlihat oleh kasat mata.

Secara keseluruhan gameplay dalam game ini masih serupa dari versi original. Kamu akan mempunyai inventory jika kamu menemukan sebuah barang. Dimana inventory ini, kamu bisa menggunakannya sebagai kunci untuk menyelesaikan sebuah puzzle. Kamu juga bisa berinteraksi dengan beberapa barang di inventory tersebut untuk mengubahnya menjadi bentuk lain. Misalnya sebuah pemberat berbentuk kotak bisa kamu ubah menjadi bintang segi 12 jika membuka penutup yang ada di atasnya.

Permasalahan di kontrol, The Room Two juga masih ramah terhadap teknologi layar sentuh. Tidak ada button yang disediakan di sini. Kamu cukup tap 2 kali untuk zoom in ke benda yang kamu tuju. Pinch untuk zoom in dan swipe untuk memutar kamera.

Sifat realistis juga masih kentara sekali dalam game ini. Misalnya kamu menemukan sebuah kunci dan kunci tersebut kamu sudah tempatkan pada lubangnya untuk membuka peti. Dia tidak akan terbuka secara otomatis jika kamu tidak memutar kunci tersebut dengan cara melakukan gerakan berputar layaknya membuka sebuah kunci. Setelah terbuka pun, kamu harus swipe ke atas seperti sedang membuka peti tersebut.

Jika kamu sudah pernah memainkan The Room sebelumnya, kamu tidak akan kesulitan untuk menyelesaikan tipe puzzle yang ada dalam game ini karena secara garis besar gameplay game ini masih sama. Namun jika kamu kesulitan, ada hint yang akan memandu kamu untuk menyelesaikan game ini. Hint di sini tidak akan bisa habis dan terdiri dari beberapa clue yang muncul setiap beberapa menit. Clue yang disediakan berisi penjelasan dari yang abstrak sampai spesifik apa yang harus kamu lakukan.

Ya, kamu mungkin sadar tidak ada gameplay yang berubah dalam game ini. Lalu apa yang menjadi daya tarik? Toh, semua sama saja seperti versi sebelumnya.

Memang core gameplay masih sama, tetapi puzzle yang diberikan dalam game ini berbeda dibandingkan seri sebelumnya. Apalagi, jarang sekali ada tipe game puzzle seperti di App Store. Jadi apa yang kamu dapatkan di sini bukanlah sebuah gameplay yang mainstream. Walaupun begitu saya tetap merasa sedikit kecewa karena minimnya penambahan fitur baru yang disematkan oleh Fireproof Games.

Keseluruhan ada 6 chapter yang bisa kamu selesaikan dalam game ini. Saya sudah bermain selama 3 jam dan baru sampai di awal chapter 4. Mungkin untuk menamatkan seluruhnya dibutuhkan waktu 6 jam bermain secara non stop.

Untungnya Fireproof Games memperbaiki sisi grafis untuk mengobati sedikit kekecewaan pada sisi gameplay. Grafis dalam game ini mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Saya mencoba memainkannya di iPad Air dan terasa sekali bahwa setiap objek dibuat semakin detail. Fitur yang di gunakan Blur pada background & fokus pada sebuah benda yang sedang terlihat pada kamera juga menambah keindahan game ini.

Musik dengan nuansa horor masih tetap mengalun yang kadang bisa faktor yang membuat tegang suasana. Saya acungi 2 jempol untuk studio game indie ini yang bisa menampilkan grafis kelas atas.

Pricing & IAP

Kalian para pemain bisa menebus The Room Two dengan harga Rp 49.000. Tidak jauh beda Harga yang sama dengan versi original ketika pertama kali dirilis. Tidak ada IAP sama sekali dalam game ini. Artinya ketika kamu lunas membayar, kamu bisa memainkan game ini sampai puas tanpa harus membeli item apapun lagi.

Pertanyaannya, apakah game ini layak untuk dibeli? Sebrapa minimnya fitur baru yang disediakan dalam game ini saya rasa harga Rp 49.000 sedikit di atas rata-rata. Mungkin Rp 29.000 lebih pas menurut saya.

Perlu kalian ingat, rasanya belum ada pesaing langsung untuk game puzzle sekelas The Room Two. Apabila kamu adalah penggemar berat genre dan game ini, harga Rp 49.000 seharusnya bukan masalah. Tetapi bagi pemain pemula yang ingin mencoba, saya sarankan menunggu saat turun harga saja.

Verdict

Walaupun tidak banyak fitur baru yang disematkan pada The Room Two, game ini masih menjadi pilihan utama bagi penggemar game puzzle. Maka dari itu  belum ada lawan yang sepadan untuk bersanding dengan The Room sebagai game puzzle dengan presentasi terbaik yang ada saat ini.